Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

My Fighter Girl

Author : reezKyu
Title : My Fighter Girl
Main Casts : Cho Kyuhyun, Kim Hye Rin (Original Character)
Other Casts : Super Junior, SNSD, Goo Hye Mi (bingung juga kenapa ngikutin Hye Mi jadi pemain)
Genre : Romance, AU [Alternate Universe]
Rating : PG-15
Length : chapter
Disclaimer : Para pemain dalam FF ini milik keluarga masing2. Dan author hanya berharap untuk memiliki salah satunya –maksudnya Kyuhyun- walaupun hal tersebut sulit dikabulkan. Ide cerita asli punya author.
a.n : Annyeong.. hehe.. aku bikin FF yang ber-chapter. Hah!! Sebenarnya males banget bikin FF yang puanjang, tapi biar para readers gak bosen karena FF ku oneshoot mulu, yah bikin ini deh. Tapi, masalah kelanjutan FF ini masih kupertanyakan. Kalau banyak yang pengen dilanjutin, insya Alloh kulanjutin.

Author’s POV
Pasar tradisional Jakarta masih sangat ramai. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 9 pagi. Namun, keadaan pasar masih ramai dengan pembeli dan penjual yang saling tawar-menawar. Jalan-jalan yang sempit pasar dilalui seorang pemuda tampan yang baru pertama kali menginjakkan kakinya di pasar tradisional. Walaupun pertama kalinya pergi ke pasar tradisional, namun ia tidak merasa jijik atau risih dengan keadaan pasar yang sempit dan ramai. Bahkan, untuk seorang pemula,ia sudah mahir dalam menawar.
ayolah ajusshi, saya kan udah beli banyak. Masa nggak dikasih diskon?” rayu Kyu pada penjual sayuran.
ini sudah saya turunkan harganya karena sudah siang. Kalau saya diskon lagi, saya bisa rugi.” Kata penjual sayuran itu.
ya sudah ahjusshi. Kalau ahjusshi tidak mau memberi saya diskon, saya cari ke tempat lain saja.” Kyu hendak meninggalkan lapak sayur ahjusshi tersebut.
oke oke. Saya kasih Rp 10.000 untuk kamu. Itung-itung saya beramal.” Akhirnya ahjusshi itu menyerah.
benarkah? Kamsahamnida ahjussi.” Kyu tersenyum penuh kemenangan.
Saat Kyu mengeluarkan dompetnya, tiba-tiba ada seseorang yang mengambil dompet tersebut dengan cepat.
COPEEETTT ! ! !
Copet tersebut berlari dengan lincah. Ia meliuk-liuk melintasi jalan pasar yang sempit dan berkelok-kelok. Kyu mengejar copet tersebut sekuat tenaga. Namun, karena jalan pasar yang padat dengan pembeli yang mondar-mandir, Kyu tertinggal jauh di belakang copet tersebut. Saat mulai putus asa untuk mendapatkan dompetnya kembali, tiba-tiba ada seseorang dari belakangnya yang ikut berlari mengejar copet tersebut. Ia berlari dengan cepat dan lincah. Saking cepat dan lincahnya, Kyu sampai kehilangan jejaknya dan copet tersebut. Tiba-tiba, dari kejauhan ia melihat ada kerumunan orang. Lalu, Kyu menghampiri kerumunan itu. Ia sangat terkejut saat melihat apa yang terjadi di tengah kerumunan. Sang pencopet sedang terduduk sambil memegangi bibirnya yang sedang berdarah. Sedangkan di depannya tengah berdiri seseorang yang tadi mengejar copet tersebut sambil membawa dompet Kyu di tangannya.
“ apa kau tidak bias melakukan sesuatu selain mencopet? Kau tahu ? mencopet adalah perbuatan bodoh yang hanya dilakukan orang bodoh. ‘’  ucap orang tersebut dengan senyum mengejek. 
Kyu benar-benar terkejut. Ia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini. Orang itu benar-benar luar biasa. Yang membuat dirinya lebih terkejut adalah oarang itu adalah seorang wanita.
cepat bawa orang bodoh ini ke kantor polisi !” perintah wanita itu pada kerumunan orang yang melihatinya.
Lalu, beberapa pria segera memegangi pencopet tersebut dan membawanya pergi. Kyu masih terdiam saat kerumunan mulai bubar. Tiba-tiba wanita itu menghampiri Kyu yang masih terdiam dan menyerahkan dompetnya.
Lain kali hati-hati. Dunia nggak seaman yang kau kira.” Ucap wanita itu dan segera pergi saat menerima dompetnya kembali.
Tunggu!” kyu yang sudah mulai sadar dari keterkejutannya berlari menghampiri wanita itu.
Wanita itu menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya.
Ini.” Kyu menyodorkan 2 lembar uang seratus ribuan pada wanita itu.
apa ini?” tanya wanita itu dengan muka bingung.
ini untuk membayar pertolonganmu tadi.”
Wanita tersebut tidak mengambil uang tersebut. Ia malah memandangi Kyu dengan seksama. Lalu, dengan tiba-tiba senyuman mengejeknya tadi kembali merekah,” Aku bukan pahlawan bayaran. Ucapan terima kasih darimu sudah cukup bagiku.” Wanita tersebut kembali melangkahkan kakinya dengan cepat.
Kyu masih mencoba untuk mencerna kata-kata wanita itu,”pahlawan bayaran? Tapi bukankah semua orang pengen dapet uang?” Kyu mulai menyadari kalau wanita itu sudah menghilang di keramaian pasar, “eh, Gomawo” Teriak Kyu. Entah wanita itu mendengarnya atau tidak.
Kyu memandang ke arah wanita tadi menghilang.
kyu..” Siwon, hyung Kyu, menepuk pundak Kyu,”apa kau sudah selesai berbelanja?”
Kyu mengabaikan Siwon. Ia masih memandang ke arah wanita tadi menghilang.
KYU!!!” Siwon berteriak setelah menyadari Kyu tidak memperhatikannya.
Kyu mengalihkan pandangan pada hyungnya dengan tatapan datar, “ini.” Kyu menyerahkan dompetnya pada Siwon. Siwon menerimanya dengan bingung.
kau lanjutkan belanjanya. Aku mau kembali ke mobil.” Kyu meninggalkan Siwon yang masih bingung.

Kyu’s POV
Sesampainya di rumah aku buru-buru masuk ke rumah untuk menemui noonaku, Yuri.
Hey, kyu. Bantu aku membawa belanjaan ini!!” siwon hyung berteriak dari dalam mobil. Aku tidak memperdulikannya dan terus berlari ke dalam rumah.
Noona!!!” Teriakku.
aku ada di dapur.”
Aku segera berlari ke arah dapur mencari Yuri. Ia sedang sibuk mempersiapkan alat-alat masak.
Noona, aku mau menceritakan sesuatu padamu.”
Memangnya kau mau bercerita tentang apa? Sepertinya serius sekali." Jawab noona sambil masih sibuk mempersiapkan alat masak. 
"begini, tadi di pasar…. "
"Kau keterlaluan, Kyu. Tadi sudah aku yang berbelanja. Sekarang aku juga yang membawa belanjaan sebanyak ini. Apa aku juga yang harus memasak ? " Keluh Siwon hyung saat masuk ke rumah dengan membawa banyak belanjaan di kedua tangannya.
Aku segera barlari menuju Siwon hyung dan mengambil belanjaan dari tangannya, "mianhae hyung. Tapi, hyung tenang saja. Biar aku dan Yuri noona saja yang memasak."
benarkah?” Siwon hyung melemaskan kedua tangannya yang pegal, “baiklah. Aku akan tunggu di kamar. Masak yang enak, yah, Kyu.” Siwon hyung mengelus-elus kepalaku. Memangnya dia pikir aku umur berapa? Berani-beraninya dia mengelus-elus kepalaku. Namun, agar dia cepat pergi, aku tersenyum manis padanya.
Jurus senyuman manisku berhasil. Siwon hyung segera pergi ke kamarnya di lantai atas.
Aku buru-buru meletakkan barang belanjaan ke atas meja dapur. Ternyata belanjaannya benar-benar berat. Pantas saja Siwon hyung yang mempunyai badan kekar mengeluh keberatan.
aku tidak yakin kau mau membantuku memasak.” Kata Yuri noona sambil mengeluarkan bahan-bahan memasak yang kubeli tadi dari kantong plastik. Yang dibeli Siwon hyung lebih tepatnya.
Aku membantu noona mengeluarkan bahan masakan,”Apa maksudmu, noona? Aku benar-benar ingin membantumu memasak.”
Noona sedang memotong-motong bawang-bawangan. Bawang itu benar-benar kejam sampai membuatku menangis. Sebenarnya, sih, aku menangis karena aroma bawang itu yang sangat menyengat.
Noona, aku belum cerita sedikitpun tapi kau sudah membuatku menangis.” Keluhku sambil mengucek-ucek mataku yang perih.
Bawang itu tidak hanya berhasil membuatku menangis. Namun juga Yuri noona,” Cepat cerita dan jangan ganggu aku !” Yuri noona memang tidak suka kalau ada yang mengganggunya saat memasak.
Oke. Aku akan cerita. Begini noona, tadi saat di pasar dompetku dicopet orang. Aku sudah mencoba mengerjar pencopet itu. Tapi, pencopet itu berlari dengan sengat cepat dan lincah. Mungkin ia mantan pelari yang sudah pensiun.” Aku berhenti sebentar untuk melihat reaksi Yuri noona terhadap leluconku tadi. Tapi, ia masih asyik dengan acara memotong bawangnya. Lalu, aku memutuskan untuk melanjutkan ceritaku,”Tapi, tiba-tiba ada seseorang yang membantuku mengejar pencopet itu. Ia tidak kalah cepat dan lincah dari pencopet itu. Dan ia berhasil menangkap pencopet itu. Tapi, ada yang membuatku sangat terkejut, noona.”
Aku terdiam. Menyadari aku tengah terdiam, Yuri noona berhenti memotong bawang dan memandang ke arahku.
Apa yang membuatmu terkejut?”
Dia seorang wanita.”
Mendengar jawabanku, Yuri noona kembali memotong bawang. Sepertinya ia kecewa dengan jawabanku.
Waeyo?” tanyaku bingung.
Banyak wanita hebat seperti itu di dunia ini. Jadi kau jangan terkejut!”
Tapi noona, saat aku memberikan beberapa lembar uang padanya, ia tidak mau menerimanya.”
Yuri noona berhenti memotong bawang. Lalu, ia mendekatiku dengan ekspresi bingung,” Untuk apa kau memberinya uang?”
Sebagai balasan karena dia telah menolongku.” Jawabku dengan tampang polos.
Babo.” Yuri noona memukul kepalaku.
Aduh!! Apa-apaan kau noona?” aku memegangi kepalaku yang benjol.
Kau kira dia wanita bayaran. Di dunia ini tidak melulu soal uang. Itu sama saja kau sudah merendahkan harga dirinya.”
Jadi, itu alasan kenapa dia bilang dia bukan pahlawan bayaran?” Yuri noona menggeleng-gelengkan kepalanya dan kembali ke acara memasaknya. Sekarang ia beralih memotong sayuran.
tapi, noona, bukan itu saja. Mata wanita itu benar-benar membuatku bingung.”
Mwo?”
Matanya tajam. Tapi, jauh di dalam matanya, sepertinya ada kesedihan atau masalah yang ia coba untuk ia tutupi.”
Yuri noona tersenyum,” Jadi ceritanya kau jatuh cinta pada pahlawanmu itu pada pandangan yang pertama? Lagi pula, sejak kapan kau bisa membaca mata seseorang?”
Aku merebahkan tubuhku ke atas sofá ruang tengah yang dekat dengan dapur, “Entahlah, noona. Aku bingung. Aku ingin sekali bertemu dengannya sekali lagi.”
kalau begitu, besok pergilah berbelanja ke pasar lagi agar kau bisa bertemu dengannya lagi.”
kau mau memanfaatkanku, yah, noona. Tapi, baiklah. Akan kulakukan.”
Yuri noona tersenyum di dapur. Tapi, aku bingung. Apa yang akan kulakukan kalau seandainya kau besok bertemu dengannya? Ah, entahlah. Yang penting aku besok bisa bertemu dulu dengannya.


Keesokan harinya di pasar
sebelum mencari wanita itu, sebaiknya aku berbelanja dulu. Siapa tahu, saat aku berbelanja aku tidak sengaja bertemu dengannya.” Kataku dalam hati
Kali ini daftar belanjaan yang diberikan oleh Yuri noona tidak sebanyak kemarin. Mungkin ia ingin memberiku banyak waktu untuk mencari wanita itu. Yuri benar-benar noona paling baik sedunia. Begitu pula dengan Siwon hyung. Ia tidak curiga saat aku pergi belanja sendirian dengan senang hati. Ia malah senang sekali karena ia tidak perlu panas-panasan ke pasar. Maklumlah, hyungku yang satu itu takut sekali kulitnya menghitam.
Setelah sejam berbelanja, sudah hampir semua daftar yang harus kubeli sudah ada di tanganku. Namun, aku masih tidak bertemu dengan dirinya. Wanita bukan pahlawan bayaran. Aku harus menggaris bawahi tiga kata terakhir itu.
Aku tidak ingin pulang dengan sia-sia. Jadi kuputuskan untuk bertanya pada ahjussi penjual sayuran kemarin. Kebetulan aku mau membeli beberapa ikat sawi putih.
Ahjussi, bisakah kau…”
Aniyo. Aku tidak mau memberikanmu diskon lagi. Kalau kau masih mau minta diskon juga, silahkan pergi ke toko lain.” Celoteh ahjussi dengan wajah masam.
Ahjussi ini, dengarkan aku dulu. Aku tidak akan meminta diskon. Bahkan, aku akan membayar dua kali lipat. Asalkan, ahjussi mau memberikanku informasi.”
Wajah ahjussi berubah menjadi berbinar-binar,”Benarkah? Kau akan membayar dua kali lipat? Memangnya kau mau info apa dariku?”
Aku mendekatkan wajahku ke ahjussi,”Apa ahjussi kenal dengan wanita yang menolongku kemarin?” Bisikku.
OH!” seru ahjussi dengan keras. Orang di sekitar kami seketika menoleh kearah kami.
Sssstt.. jangan keras-keras! Aku tidak mau ada yang tahu tentang ini. Jadi, apa ahjussi punya info untukku?” Kataku masih dengan berbisik.
Ahjussi mendekatkan wajahnya kearahku dan memasang wajah serius,”Aniyo.”
Ahhhhh..”Aku menarik wajahku kembali. Aku benar-benar kecewa. Aku benar-benar akan pulang dengan tangan hampa.
Yang ku tahu namanya Hye Rin. Dia kuli angkut disini.”
Mwo? Kuli angkut?” aku kembali mendekatkan wajahku.
"Jangan mendekatkan wajahmu seperti itu. Aku jadi risih."
Aku kembali ke posisi semula, "Dia seorang kuli angkut ? lalu, dimana dia sekarang ? "
"Kalau hari Sabtu dan Minggu, ia tidak sini. Entahlah kemana dia.”
Ternyata dia tidak ada. Tapi, setidaknya aku punya sedikit info tentang dia. Namanya, Hye Rin. Nama yang bagus” batinku dalam hati. Kurasakan bibirku mulai melengkung.
jangan senyum-senyum saja! Benarkah kau akan membayar dua kali lipat?” seru ahjussi membuyarkan lamunanku.
Siapa yang bilang? Ini.” Aku menyerahkan beberapa lembar uang dan segera pergi setelah mengambil sekantung sawi.
Dasar anak muda pembohong! Aku tidak akan menerimamu kalau kau kesini lagi.” Teriak ahjussi dari belakang. Aku membalikkan badan dan memasang senyum evil-ku. Kulihat ahjussi mangambil uang yang kuberikan dan ia mulai tersenyum lebar setelah mengetahui jumlahnya.
Anak muda!! Gomawo!! Datang lagi, yah!” ahjussi berteriak sambil melambai-lambaikan uang yang kuberikan.
Aku membungkukkan badanku dan melambaikan tangan. Senyum evil-ku berubah menjadi senyum penuh rasa terima kasih,”aku yang lebih berterima kasih padamu, ahjussi. Kamsahamnida.”


Sesampainya di rumah, aku langsung meletakkan belanjaan di dapur. Tapi, aku tidak melihat Yuri noona disana. Saat hendak kembali ke kamarku, Yuri noona tiba-tiba muncul dari lantai atas sambil menelepon seseorang.
Ne, aku tunggu yah” Yuri noona menutup teleponnya, “Kyu? Kapan kau pulang?”
Baru saja. Memangnya siapa yang meu datang kesini, noona ? "
"Oh. Temenku, Hye Mi. Dia akan kesini bersama adiknya, Yoona. Yoona cantik loh, Kyu."
"Oh.. "Jawabku tak acuh sambil berjalan menuju kamarku.
Ting Tong
Bel rumahku berbunyi.
Itu pasti mereka. Tolong bukakan pintunya, Kyu!” kata Yuri noona dengan antusias.
Aku berjalan dengan lesu. Aku punya firasat buruk. Pasti Yuri noona merencanakan sesuatu. Kalau tidak ada apa-apa, kenapa dia antusias sekali waktu mereka datang.
Annyeong.” Sapa mereka berdua saat pintu terbuka. Aku tersenyum kecut.
Silahkan masuk. Yuri noona sudah menunggu kalian.” Aku menutup pintu setelah mereka berdua sudah masuk dan segera berjalan ke kamar.
Kyu!” panggil Yuri noona. Aku segera menghentikan langkahku.
Ne?”
Aku dan Hye Mi akan memasak makan siang bersama. Kau pergilah keluar bersama Yoona.”
Kenapa dia tidak ikut memasak bersama kalian?”
Aku tidak bisa memasak, oppa.”Kata Yoona dengan malu-malu.
Aku menghela nafas panjang. Ternyata dugaanku benar. Sepertinya Yuri noona ingin menjodohkanku dengan Yoona.
Tiba-tiba, Siwon hyung turun dari lantai dua.
Bagaimana kalau Siwon hyung saja yang mengajak Yoona keluar?”
Heh.. apa maksudmu? Aku akan pergi ke gym. Dan tidak ada satupun yang bisa menghalangiku.” Protes Siwon hyung dan ia segera berjalan menuju pintu.
Kau kan tahu, Kyu. Hyungmu itu tidak suka dengan perempuan. Jadi, mana mau dia mengajak Yoona keluar.” Celetuk Yuri noona.
Siwon hyung tiba-tiba berhenti dan membalikkan badannya. Mukanya terlihat garang,”Kalau kau bilang seperti itu lagi, aku tidak bisa menjamin kau masih bisa memasak besok.” Siwon hyung langsung keluar rumah dan menutup pintu dengan keras. Sepertinya Siwon hyung benar-benar marah. Bahkan, ia memanggil Yuri noona dengan sebuatan kau, padahal, biasanya Siwon hyung sangat hormat pada noona.
Suasana menjadi sangat tegang.
baiklah. Aku akan pergi dengan Yoona.”Aku jadi merasa bersalah. Gara-gara aku, ini semua terjadi. Mianhae, hyung.
Mereka bertiga jadi sumringah. Sampai-sampai mereka tersenyum dengan serempak.
Aku langsung berjalan keluar rumah menuju mobil. Yoona mengikutiku dari belakang. Saat dia masuk ke mobilku, ia menjadi sangat tegang. Mungkin dia malu karena bias satu mobil dengan pria tampan sepertiku. Maaf. Penyakit narsisku kumat.
kita mau kemana?”Tanyaku saat aku tahu kami tidak mempunyai tujuan.
Terserah oppa saja.”Jawabnya malu-malu. Wajahnya menunduk ke bawah. Aku tidak tahu dia melakukan itu karena malu atau karena ada uang yang terjatuh di mobilku sehingga dia mengamatinya sedari tadi.
Terserah kau saja, Yoona. Yang penting jangan ke mall atau salon. Aku alergi dengan tempat itu.”
bagaimana kalau kita ke perpustakaan daerah saja?” Usul Yoona kali ini sambil melihatku.
Namun, saat aku menoleh kearahnya, dia kembali menundukkan kepalanya. Aku memutar bola mataku,”Terserahlah.”
Aku segera memacu mobilku dengan cepat. Aku ingin cepat-cepat mengakhiri acara perjodohan paksa ini. Memangnya ada perjodohan yang tidak dipaksa? Kalau ada, dia pasti senang sekali karena dijodohkan dengan orang yang dicintainya. Huh. Jadi ngelantur. Mianhaeyo.
Saking cepatnya aku memacu mobil, dalam waktu 10 menit kami sudah sampai di perpustakaan daerah yang jaraknya 8km dari rumahku. Saat memasuki ruang perpustakaan aku hanya berputar-putar diantara buku-buku yang disusun rapi pada rak yang panjangnya mencapai 10 meter dan tingginya 2 meter. Sepertinya Yoona senang membaca. Dia sudah mendapatkan buku yang akan dibacanya begitu tiba di ruang perpus.
Aku berjalan menuju bagian sastra. Kulihat ada sebuah novel dengan judul yang menarik. “Kambing Jantan” karya Raditya Dika. Aku hendak mengambil novel itu. Namun, secara bersamaan, ada orang di balik rak itu yang juga hendak mengambil novel itu. Kami sempat saling tarik-menarik novel itu. Namun, aku menyerah dan membiarkan orang itu mendapatkannya. karena penasaran, aku mencoba melihat wajah orang itu dari sela-sela buku.
Hye Rin ssi!” seruku saat berhasil melihat wajahnya.



Yoona’s POV
Hye Rin ssi!” seru seseorang dengan keras sehingga membuyarkan konsentrasiku.
Tapi, sepertinya aku mengenali suara itu. Aku menoleh ke arah asal suara tadi.
Kyu oppa?” Saat aku menoleh, ternyata Kyu oppa sudah bersama seorang wanita. Penampilannya sangat buruk sekali. Dia memakai jaket dan kaos yang lusuh. Celana jeansnya pun sudah robek disana-sini. Aku heran. Kenapa Kyu oppa bisa kenal dengan wanita seperti itu?
Mereka saling berhadapan. Wanita itu menatap Kyu oppa dengan sangat sinis. Lalu, tiba-tiba Kyu oppa memegang tangannya dan menariknya keluar ruang perpus. Aku segera mengikuti mereka berdua. Mereka berdiri dekat rak tas di depan ruang perpus. Aku memutuskan untuk mengamati mereka dari jauh.
Siapa kau? Apa yang kau mau dariku?” Tanya wanita itu memulai pembicaraan.
Kau tahu? Kau makin cantik kalau sedang marah.” Kata Kyu oppa sambil tersenyum manis.
Wanita itu hendak pergi, namun Kyu oppa menarik tangannya.
"Lepaskan aku !"
Kyu oppa melepaskan tangan wanita itu, "mianhae."
Mereka kembali terdiam. Mereka saling bertatapan lama sekali.
Akhirnya aku menemukanmu.”
Memangnya kita pernah bertemu sebelumnya?”
Tiba-tiba, Kyu oppa mengeluarkan sesuatu dari sakunya,”Ingat dompet ini?” Tanya Kyu oppa sambil memperlihatkan dompetnya.
Wanita itu tersenyum sinis,”kau yang dulu kecopetan. Lau, sekarang apa maumu?”
Gomawo. Itu,kan, yang ingin kau dengar dariku?”
Ne, chonmaneyo.” Wanita itu berjalan menjauh dari Kyu oppa. Namun, Kyu oppa kembali memegangi tangannya. Di saat yang sama, wanita itu melihat kearahku, “Itu. Kau dicari yeojachingumu.”
Kyu oppa menoleh kearahku. Lalu, wanita itu menarik tangannya dengan keras dan berlari pergi dari Kyu oppa.
Hye Rin ssi!” Kyu oppa hendak mengejar wanita itu.
Tidak. Tidak boleh. Aku tidak mau Kyu oppa meninggalkanku sendirian. Aku harus mencegahnya.
Kyu oppa!” panggilku.
Seketika itu juga Kyu oppa menghentikan langkahnya dan berbalik kearahku,”Ada apa?”
Jangan tinggalkan aku!”Kataku dengan sedikit memelas.
Kyu oppa menghela napas panjang,”Baiklah. Ayo sekarang kita pulang!”

-TBC-

Jangan jadi silent reader yah!
Kelanjutan FF ini tergantung pada kalian.
Mohon bantuannya!
Gomawo!!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar